Inilah Neeva, Mesin Pencarian Bikinan Eks Karyawan Google: Lebih Ringan dan Cepat

Berita, Lifestyle156 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaGoogle adalah mesin pencarian yang paling dominan di dunia saat ini, entah sampai kapan. Diperkirakan mesin pencarian google digunakan oleh 90 persen masyarakat dunia.

Data yang dilansir dari laman The Verge pekan lalu menunjukkan bahwa Google yang telah memulai bisnis mesin pencarian sejak 20 tahun yang lalu, sekarang menjadi mesin pencari bawaan oleh setiap aplikasi peramban lainnya. 

Namun demikian, dalam dunia mesin pencarian, Google tidaklah sendiri, karena terdapat kompetitor yang menawarkan keunikan dan kekhasannya masing-masing, seperti bing dari Microsoft yang menawarkan hasil pencarian yang lebih luas, lalu DuckDuckGo yang menawarkan privasi atau keamanan data pengguna.

Dan pesaing terbaru Google, yakni Neeva yang menawarkan sensasi menggunakan mesin pencarian, yang diklaim lebih ringan dan cepat dari Google. 

Seperti dilansir dari laman Gs.statcounter.com, per Juni 2023, pasar mesin pencarian global masih dikuasai oleh Google dengan angka yang mencapai 92,66 persen. Sementara itu, posisi kedua diduduki oleh bing dengan angka sebesar 2,76 persen.

YANDEX dengan angka 1,17 persen, Yahoo! dengan angka 1,09 persen, Baidu dengan 0,84 persen, dan DuckDuckGo dengan 0,51 persen.

Menguak Dominasi Google 

Dominasi Google dengan angka yang mencapai lebih dari 90 persen dalam pasar mesin pencarian tersebut tidak terjadi begitu saja, salah satu faktor yang memperkokoh dominasi Google sebagai mesin pencarian yang paling digunakan adalah nama Google yang telah melekat sedemikian rupa sebagai produk mesin pencarian. 

Toh, terdapat cara lain yang digunakan oleh Google dalam mempertahankan dominasinya terhadap pasar mesin pencarian.

Seperti dilansir dari laman The Verge, Google membayar Apple dengan biaya sebesar 15 juta miliar USD per tahun untuk menjadi mesin pencarian bawaan pada peramban Apple, yakni Safari. 

Baca Juga  BRIN Explore Methods to Recycle Multi-layered Plastic to Reduce Waste

Iklan

Selain itu, Google juga membayar peramban milik Mozilla, yakni Firefox dengan biaya yang diperkirakan sebesar 450 juta USD per tahunnya untuk menjadi mesin pencarian bawaan. Namun demikian, Samsung dilaporkan berupaya untuk mengakhiri kerjasamanya dengan Google pada 2023, tetapi tidak jadi direalisasikan karena Samsung takut akan berdampak secara luas terhadap bisnis yang lain.  

Selain mesin pencarian, Google juga memiliki Android yang menjadi sistem operasi perangkat digital paling populer di dunia dengan pengguna yang mencapai sekitar 78 persen dari pasar. Google juga memiliki produk peramban Chrome yang menjadi peramban paling banyak digunakan dengan angka mencapai 62 persen pengguna. 

Neeva, yang dibuat oleh dua karyawan eks Google, yakni Sridhar Ramaswamy dan Vivek Raghunathan, berupaya muncul untuk menantang dominasi Google dalam pasar mesin pencarian.

Namun demikian, Sridhar yang sebelumnya bekerja di Google dalam divisi periklanan, memutuskan untuk membuat Neeva karena Sridhar dan Vivek berupaya untuk menghadirkan mesin pencarian yang berorientasi kepada pengguna. 

Menurut Sridhar, yang dilansir dari laman The Verge, Google sebagai mesin pencarian tidak bekerja secara optimal karena hanya menampilkan bagian teratas hasil pencarian berdasarkan iklan dari perusahaan yang telah membayar ke Google. Selain itu, Sridhar juga menyebut bahwa Google bekerja dengan mengumpulkan data pengguna untuk kepentingan personalisasi iklan. 

Data tersebut dapat berasal dari mikrofon gawai, kamera, atau bahkan lokasi yang sering dikunjungi oleh pengguna, sehingga cara tersebut dianggap sebagai suatu pelanggaran terhadap privasi pengguna.

Neeva, yang dikembangkan selama 2 tahun dan ditenagai oleh kecerdasan buatan alias AI, berupaya dihadirkan untuk menawarkan pengalaman yang optimal bagi pengguna dalam menggunakan mesin pencarian. Akankah bisa menjadi penantang sungguhan Google?

Baca Juga  Cara Daftar Kuliah di Jakarta Barat Kreatif

Pilihan editor: Budi Arie Fokus ke 3 Regulasi Prioritas dalam Waktu 15 Bulan, Salah Satunya Soal Publisher Rights


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *